Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pembebasan Lahan Teratasi, Pembangunan Infrastruktur Akan Terakselerasi



Jakarta, 16/01/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah menilai, pembangunan infrastruktur dasar di Indonesia akan terakselerasi dengan sinergi anggaran yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui pembiayaan pemerintah daerah yang bekerja sama dengan swasta (Public Private Partnership/PPP).

Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S. Brojonegoro menyampaikan, pemerintah terus berupaya meyakinkan sektor swasta untuk bekerja sama dalam membangun infrastruktur dengan mengatasi isu utama yang menjadi penghambat, yaitu pembebasan lahan. "Ketika kita bicara pembangunan infrastruktur, dapat saya yakinkan bahwa pembiyaan itu telah tersedia. tapi kita sepakat bahwa yang menjadi penghambat hingga kini adalah pembebasan lahan," jelas Wamenkeu II saat menjadi pembicara dalam The Economist Indonesia Summit 2014 di Hotel Shangri-La Jakarta, Rabu (15/1).

Wamenkeu II menilai, banyak investor yang berminat berinvestasi melalui skema PPP. "Banyak investor yang mau membiayai melalui PPP, tapi pembebasan lahan masih sulit. Masalah pembiayaan bukan yang utama, ketika persiapan proyek sudah ada, procurement sudah siap, kontraktor sudah siap, tapi akhirnya semua tertahan di pengadaan lahan," ungkapnya.

Ia menambahkan, meski alokasi belanja infrastruktur meningkat, bukan berarti isunya langsung terselesaikan. "Dalam waktu dekat ini, kita semua akan menantikan efektifnya regulasi baru terkait pengadaan lahan, segera di awal tahun ini yang kemudian akan diikuti dengan kebijakan lanjutan dari pemerintah," tambahnya. Pihaknya optimistis, dengan teratasinya isu pengadaan lahan, akselerasi pembangunan infrastruktur dasar akan terwujud.

Sebelumnya, di tempat yang sama, Menteri Keuangan M. Chatib Basri mencontohkan, pembangunan jalan tol Bali yang dibangun di atas laut, yang tidak memerlukan pembebasan lahan, merupakan contoh bahwa Indonesia dapat membangun sarana infrastruktur dengan cepat dan memadai. "Terlihat bahwa dengan adanya persiapan proyek yang matang, kita bisa membangun jalan tol di atas laut yang tidak memerlukan lahan dalam waktu kurang dari setahun," katanya.(ak)