Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, ketua dari Bill & Melinda Gates Foundation Melinda Gates, serta pendiri dan direksi eksekutif Econet Strive Masiyiwa, meluncurkan program Pathway for Prosperity: Commission on Technology and Inclusive Development di Nairobi Innovation Space iHub, Kenya pada Kamis (25/01).

Pembentukan Komisi Internasional Bahas Dampak Laju Teknologi di Negara berkembang

Jakarta, 26/01/2018 Kemenkeu – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, ketua dari Bill & Melinda Gates Foundation Melinda Gates, serta pendiri dan direksi eksekutif Econet Strive Masiyiwa, meluncurkan program Pathway for Prosperity: Commission on Technology and Inclusive Development di Nairobi Innovation Space iHub, Kenya pada Kamis (25/01).

 

Komisi baru yang dipimpin oleh Blavatnik School of Government ini mengumpulkan pemimpin-pemimpin dari pemerintahan, pelaku bisnis, dan akademisi berbagai bidang untuk membahas dampak teknologi terbatas terhadap negara-negara berkembang. Dampak terbatas tersebut meliputi otomatisasi, kecerdasan buatan (artificial intelligence), cetak 3D, penghasil dan penyimpanan energi, serta bioteknologi. Nantinya, komisi ini akan menyiapkan bukti, analisis dan rekomendasi kebijakan konkret untuk membantu pemerintah negara berkembang menavigasi perkembangan teknologi yang cepat ini.

 

Menurut Menkeu, perkembangan teknologi terkadang mampu menghambat pemberantasan kemiskinan dengan menghilangkan beberapa pekerjaan. Namun demikian,  teknologi baru juga bisa menghasilkan rencana alternatif untuk pertumbuhan inklusif. “Kita hidup di zaman yang yang menarik dimana skala dan laju perubahan teknologi memberikan tantangan besar dan kesempatan yang signifikan untuk negara-negara berkembang. Teknologi mampu memperkuat hubungan antara pemerintah dengan masyarakat, didukung dengan transparansi dan akses informasi,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, Strive Masiyiwa menyatakan bahwa teknologi mendukung kinerjanya sebagai seorang pengusaha selama ini. “Teknologi sangat mendukung apapun yang saya lakukan. Saya kagum dengan apa yang akan keluar nanti tapi saya tahu akan ada resiko dan perangkap yang potensial. Komisi ini memberi kita sebuah jalan untuk bekerja sama memahami bagaimana menggunakan teknologi untuk sesuatu yang baik dan menggunakannya untuk memperkuat kesempatan-kesempatan yang mendorong pertumbuhan inklusif,” ujarnya.

 

Sebagai informasi, peluncuran program Pathway to Prosperity merupakan acara pertama dari beberapa acara yang akan diselenggarakan di beberapa negara dalam dua tahun kedepan. Setiap pertemuan akan fokus pada permasalahan tematik dan negara yang berbeda dan bertujuan membantu pemerintah negara berkembang agar dapat memanfaatkan keuntungan dan kesempatan yang dihasilkan oleh teknologi.

 

Komisi ini dipimpin oleh Stefan Dercon, mantan kepala ekonomi di Department for International Development (DFID) Inggris dan Benno Ndulu, mantan Gubernur Bank Sentral Tanzania. Komisioner lainnya seperti Shivani Siroya, pendiri dan CEO Tala juga Nadiem Makarim, pendiri dan CEO Go-Jek. (zm/ik/rsa)