Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pembiayaan Defisit dari Bilateral dan Multilateral

Jakarta, 03/12/2015 Kemenkeu - Pemerintah telah mengantisipasi potensi pelebaran defisit anggaran tahun ini, yang diperkirakan sebesar 2,7 persen. Plt. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Suahasil Nazara mengatakan bahwa sumber pembiayaan untuk menutup defisit telah disiapkan, yaitu dari bilateral dan multilateral.


“Kalau kita melakukan pelebaran defisit, financing-nya sudah kita persiapkan dengan mengaktifkan bilateral dan multilateral agreement,” katanya saat diskusi di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta pada Rabu (02/12). Ia menambahkan bahwa secara detil, mekanisme pembiayaan diatur oleh Direktorat Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan. “Detailnya ada di DJPPR. Jadi, financing (pembiayaan) tidak ada masalah dan sekarang dilakukan,” tambahnya.


Namun ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga level defisit sesuai dengan UU yang berlaku, yaitu tidak melebihi 3 persen terhadap PDB. “Di pemerintahan benchmark-nya adalah peraturan. UU keuangan negara bilang, defisit tidak boleh lebih dari 3 persen,” katanya. Oleh karena itu, pemerintah juga terus memastikan perencanaan anggaran yang terjaga. “Saat perencanaan kita pastikan seaman mungkin. Jangan sampai ada probabilitas defisit sampai 3 persen. Sehingga saat planning kita cari yang se-konservatif mungkin,” ungkapnya. (as)