Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaksanakan rapat kerja (raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR membahas penyampaian dan pengesahan laporan Panitia Kerja (Panja) dalam rangka pembicaraan pendahuluan RAPBN 2019 di ruang rapat Banggar, Rabu (11/07).

Pembicaraan Pendahuluan RAPBN 2019 Berlangsung Mulus

Jakarta, 11/07/2018 Kemenkeu-Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati bersama Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo melaksanakan rapat kerja (raker) dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR membahas penyampaian dan pengesahan laporan Panitia Kerja (Panja) dalam rangka pembicaraan pendahuluan RAPBN 2019. 

Hasil kesepakatan pada Panja asumsi dasar, kebijakan fiskal, pendapatan, defisit dan pembiayaan, salah satunya adalah pertumbuhan ekonomi 2019 diperkirakan berada di kisaran 5.2%-5.6%.

"Ini laporan yang lengkap, sangat sinkron dan harmonis dengan apa yang ingin kita capai melalui instrumen fiskal di tahun 2019," ujar Menkeu menanggapi hasil pembahasan di ruang rapat Banggar, Rabu (11/07).

Selain itu, hasil kesepakatan lainnya adalah laju inflasi berkisar 2.5%-4.5%, nilai tukar rupiah Rp13.700-14.000 dan tingkat bunga SPN-3 bulan berkisar 4.6%-5.2%. 

Lebih lanjut, untuk harga minyak mentah, Panja sepakat memutuskan pada kisaran US$ 60-70 per barrel, sedangkan lifting minyak dan gas bumi pada kisaran 1.932-2.105 ribu barel per hari. Perkiraan tersebut berasal dari lifting minyak bumi sebesar 722-805 ribu barel per hari dan lifting gas bumi sebesar 1.210-1.300 ribu barel setara minyak per hari.

"Keseluruhan laporan ini akan sangat berguna bagi kami dalam menyusun nota keuangan. Ini adalah proses yang sangat baik bagi penyusunan RAPBN 2019," tukasnya.

Terakhir, Ketua Rapat menutup dengan menyatakan persetujuan atas hasil laporan Panja-Panja untuk dibawa ke Rapat Paripurna esok hari. 

"Ini suatu awal yang bagus dalam proses kita menyusun RAPBN 2019 sehingga kita bisa mendesain sebaik mungkin agar bisa menjadi instrumen yang menjaga kita semua dalam menghadapi ketidakpastian," tutup Menkeu. (mra/ind/nr)