Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Akan Kaji Skema Subsidi Tetap BBM

Jakarta, 11/07/2013 MoF (Fiscal) News –  Pemerintah akan melakukan kajian terkait kemungkinan diberikannya alokasi dana subsidi bahan bakar minyak (BBM) secara tetap. Hal itu dilakukan untuk mengatasi terjadinya fluktuasi harga minyak dunia yang berimbas pada anggaran subsidi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Isu ini sudah diangkat di Komisi XI dan di Banggar (Badan Anggaran). Ini sudah ada dukungan dan pemerintah akan mengeksplor sistem ini,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di Jakarta, Rabu (10/7). 

Seperti diketahui, besaran subsidi BBM saat ini memang terbilang sangat besar, sehingga jika harga minyak dunia naik maka alokasi dana subsidi juga akan ikut membengkak. Namun, jika menggunakan subsidi tetap, maka alokasi subsidi akan dipatok oleh pemerintah dan ketika harga minyak dunia naik atau turun, maka harga BBM dalam negeri akan mengikuti. 

Menkeu mengatakan bahwa sistem tersebut memungkinkan untuk diterapkan pada tahun 2014 mendatang. Namun, lanjutnya, sistem ini harus dipastikan dapat mengendalikan subsidi tanpa membebani rakyat. “Kami akan konsultasi dengan DPR. Soal keputusan, subsidi itu domain pemerintah,” ujar Menkeu. Menkeu meyakini, sistem subsidi tetap ini tidak akan membebani masyarakat. “Sebetulnya bukan mekanisme pasar, karena subsidinya tetap ada,” kata Menkeu. 

Pada tahun 2014, Pemerintah menargetkan volume BBM untuk BBM bersubsidi sebanyak 48 juta kiloliter hingga 51 juta kiloliter. “Jika sistem subsidi tetap diterapkan, maka volume BBM bisa lebih kecil,” kata Menkeu.(nic)