Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Akan Kenakan Cukai Untuk Emisi Air, Udara, Tanah


Jakarta, 25/10/2013 MoF (Fiscal) News – Kementerian Keuangan berencana mengenakan cukai untuk emisi terhadap lingkungan pada setiap transaksi ekonomi. Hal ini dilakukan dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Selama ini pengenaan cukai itu berhubungan dengan kesehatan. Kalau sekarang akan ditambahkan dengan sifat perusak lingkungan. Jadi ada isu yang penting di Indonesia, yaitu pencemaran udara, tanah, dan air. Kami coba memformulasikannya,” demikian dijelaskan Wakil Menteri Keuangan II Bambang P.S Brodjonegoro di Jakarta, Rabu (23/10).

Menurutnya, pemerintah selalu memanfaatkan sektor pajak untuk pengurangan emisi di sektor energi dan transportasi, salah satunya pembebasan bea masuk untuk pembangkit listrik terbarukan. Bahkan, pihaknya juga memberikan keringanan pajak untuk pembuatan mobil ramah lingkungan berbahan bakar hybrid, gas, dan listrik.

Namun, untuk kerusakan lingkungan ini, ia menilai perlu ada penanganan tersendiri, karena berimbas pada transaksi ekonomi maupun aktivitas ekonomi. “Jadi pengenaan cukai limbah yang ada di udara dan air itu yang kita terapkan. Di Australia, carbon tax itu sulit diterapkan, bahkan mau dihapuskan oleh pemerintah yang baru, tapi kita tidak bisa terus menerus mentolerir perusakan lingkungan yang terlalu berat. Harus ada denda bagi mereka (pelaku usaha),” jelasnya.

Pihaknya berharap, kebijakan ini dapat diterapkan pada tahun 2014, minimal untuk satu cukai, baik air, udara ataupun tanah. Saat ini, tengah dilakukan pengkajian secara mendalam dan penyesuaian aturan.

Ia mencontohkan, untuk cukai udara kendaraan bermotor, maka perlu ada aturan mandatori uji coba emisi untuk mengetahui sebesar mana kendaran tersebut melanggar ketentuan. Saat ini, uji coba emisi masih bersifat voluntari.(ans)