Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Belum Akan Kenakan PPnBM Ponsel

Jakarta, 05/06/2014 MoF (Fiscal) News - Wakil Menteri Keuangan II menegaskan, sampai saat ini, pemerintah belum akan menerapkan pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap telepon seluler (ponsel).


Menurutnya, wacana pengenaan pajak tersebut telah menyebabkan nilai impor ponsel meningkat tajam pada Bulan April lalu, yang mengakibatkan defisit neraca perdagangan mencapai 1,96 miliar dolar AS. "Itu yang bikin defisit trade balance kita dan rupiah jadi lemah," katanya saat ditemui di Jakarta, seperti dikutip dari laman Antara.


Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama April 2014 mengalami defisit sebesar 1,96 miliar dolar AS, yang merupakan selisih nilai total ekspor sebesar 14,29 miliar dolar AS dan total impor senilai 16,26 miliar dolar AS. "Tingginya impor didorong melonjaknya permintaan terhadap mesin dan peralatan mekanik. Peralatan elektronik seperti ponsel dan tablet menjadi pemicunya," kata Kepala BPS Suryamin.


Lebih lanjut ia mengungkapkan, ponsel menjadi komoditas dengan nilai impor terbesar kedua setelah komponen minyak dan gas bumi (migas). Sementara, dalam kelompok nonmigas, ponsel berada di urutan teratas.(nv)