Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Belum Pastikan Kenaikan Harga ICP Akibat Gejolak Mesir

Jakarta, 09/07/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memprediksi, krisis politik di Mesir akan berdampak pada peningkatan harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP). Hal ini ia ungkapkan pada Senin (8/7).

Meskipun demikian, Menkeu belum dapat memperkirakan berapa besar kenaikannya. “Efeknya tidak bisa dilihat hanya per hari itu. Kan market selalu bereaksi seketika. Tapi kalau dilihat lagi supply cukup banyak, akan kembali normal. Nah saya nggak mau cepat-cepat (mengatakan) bahwa harga ICP akan naik,” kata Menkeu.

Menurutnya, jika melihat konfigurasi produksi minyak pada tahun 2014, ada kemungkinan produksi minyak akan meningkat. Oleh karena itu, Menkeu tidak akan mengambil kesimpulan terlalu cepat terkait dampak gejolak di Mesir terhadap harga minyak mentah Indonesia. “Memang ada tekanan pada harga minyak sedikit naik, tapi jangan dilupakan supply dari minyak dunia di tahun ini agak meningkat. Jadi jangan terlalu cepat mengambil kesimpulan, kita lihat perkembangan ICP di beberapa waktu dulu deh,” ucap Menkeu.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), harga rata-rata minyak mentah Indonesia selama Bulan Juni 2013 mencapai 99,97 dolar AS per barel, atau naik 0,96 dolar AS per barel dibanding Bulan Mei 2013 yang mencapai 99,01 dolar AS per barel. Sementara, harga Minas/Salt Lake City (SLC) selama Bulan Juni 2013 mencapai 102,75 dolar AS per barel atau naik 2,66 dolar AS per barel dari 100,09 dolar AS per barel pada Bulan Mei 2013.(nic)