Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Berhasil Kendalikan Harga, April Deflasi 0,02 Persen

Jakarta, 02/05/2014 MoF (Fiscal) News - Badan Pusat Statisitik (BPS) mengumumkan, terjadi deflasi sebesar 0,02 persen pada April 2014. Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Suryamin saat membacakan Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi di Gedung BPS, Jakarta pada Jumat (2/5). "Deflasi April ini paling tinggi dari makanan jadi 1,09 persen, sandang 0,25 persen dan penurunan harga emas," ungkapnya.

Dengan perkembangan tersebut, BPS mencatat, tingkat inflasi tahun kalender (Januari-April) 2014 sebesar 1,39 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2014 terhadap April 2013) sebesar 7,25 persen. Menurut Kepala BPS, hal ini menunjukkan upaya pemerintah dalam pengendalian harga telah membuahkan hasil. "Deflasi ini menunjukkan perkembangan harga bisa dikendalikan," tandasnya.

Ia menambahkan, deflasi April 2014 diikuti Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,35. "Dari 82 kota IHK, tercatat 39 kota mengalami deflasi dan 43 kota mengalami inflasi," imbuhnya. Ia merinci, deflasi tertinggi terjadi di Jayapura, sebesar 1,79 persen dengan IHK 111,64 dan terendah terjadi di Lhokseumawe, 0,01 persen dengan IHK 107,19. Sementara, inflasi tertinggi terjadi di Pangkal Pinang, yaitu 1,57 persen dengan IHK 112,25 dan inflasi terendah terjadi di Jember dan Samarinda, masing-masing 0,01 persen dengan IHK masing-masing 110,74 dan 113,98.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks beberapa kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan 1,09 persen dan kelompok sandang 0,25 persen. “Sedangkan kenaikan indeks pada April 2014 terjadi pada kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,45 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,25 persen; kelompok kesehatan 0,61 persen; kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,24 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan 0,20 persen” jelasnya.(ak)