Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Bersama BI Perkuat Crisis Management Protocol


Jakarta, 29/11/2011 MoF (Fiscal) News -
Pemerintah bersama BI senantiasa berupaya memperkuat Crisis Management Protocol (CMP) yang telah ada. Demikian diungkapkan Kepala Biro Perasuransian Bapepam-LK Isa Rachmatarwata, pada Selasa (29/11).  Menurut Isa, CMP akan memberikan arah dan tindakan mengenai apa yang harus dilakukan bila terjadi gejolak di pasar keuangan domestik. 

Oleh karenanya, pemerintah bersama–sama dengan BI akan terus memperkuat CMP.  “Tujuannya untuk meminimalisir dampak krisis keuangan global yang akan memengaruhi Indonesia. Hal ini penting, mengingat perkembangan perekonomian dunia yang masih tidak menentu sehingga akan memberi pengaruh kepada perekonomian Indonesia,” ucapnya.

Menurut Isa, Indonesia sebagai negara terbuka tentunya tidak akan terlepas dari pengaruh perlambatan ekonomi. “Dan hal ini perlu diwaspadai dan mendapat perhatian oleh seluruh pihak” imbuhnya. Isa mengungkapkan, dalam rentang waktu singkat kondisi ekonomi global menjadi tidak pasti. Krisis keuangan global diprediksi belum akan mereda pada tahun depan. “Ini menjadi faktor yang perlu diwaspadai bersama,” katanya.

Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D. Hadad ditempat terpisah mengatakan, pentingnya penguatan perekonomian domestik guna meminimalkan dampak krisis. Oleh karenanya, BI mengimbau kepada perbankan nasional untuk tetap mendukung penyaluran kredit khususnya bagi sektor industri kecil. “Ini penting karena usaha ekonomi kerakyatan akan menjadi buffer dalam menghadapi krisis,” katanya. (ak)