Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Temu Wicara Menteri Keuangan dengan Pelaku UKM Ekspor” di Denpasar Bali, pada Selasa (18/09).

Pemerintah Bertekad Dorong Ekspor

Denpasar, 19/09/2018 Kemenkeu - Menghadapi defisit neraca perdagangan yang terjadi, pemerintah bertekad untuk mendorong ekspor dengan memanfaatkan berbagai instrumen yang dimiliki.

“Untuk mendorong keseimbangan antara ekspor dan impor, pemerintah akan mendukung ekspor semaksimal mungkin dengan menggunakan berbagai instrumen pemerintah,” ujar Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada acara “Temu Wicara Menteri Keuangan dengan Pelaku UKM Ekspor” di Denpasar Bali, pada Selasa (18/09).

Instrumen tersebut diantaranya meliputi pemanfaatan sumber daya keuangan dari APBN dan upaya peningkatan pelayanan pemerintah.

Melalui sumber daya keuangan, pemerintah melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan dukungan langsung berupa pembiayaan permodalan kepada pelaku ekspor. Dengan bunga pembiayaan yang rendah diharapkan dapat meningkatkan daya saing eksportir Indonesia.

“Pertama melalui LPEI yaitu melalui dukungan permodalan yang tadi disebutkan diharapkan volumenya meningkat tapi dengan bunga yang tidak naik,” terangnya.

Selain itu, dukungan APBN juga diberikan melalui program dan kegiatan pada Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, dan instansi lainnya yang turut mendukung kinerja pelaku ekspor.

Dari sisi pelayanan, pemerintah dalam hal ini Kemenkeu berupaya meningkatkan pelayanan pemenuhan kewajiban pajak dengan lebih baik lagi. Begitu pula dengan pelayanan bea dan cukai yang bertekad untuk mendukung pelaksanaan ekspor secara mudah.

Menkeu menegaskan, bahwa uang pajak yang dibayarkan nantinya akan kembali lagi kepada masyrakat diantaranya dalam bentuk modal ke LPEI, dan untuk membiayai pelayanan pemerintah yang lebih baik.

“Jadi saya ingin sampaikan, pemerintah bersungguh-sungguh melalui berbagai instrumen untuk membantu masyarakat meningkatkan, menjalankan produktifitas, daya kompetisi, nilai tambah, dan meningkatkan daya saing Indonesia terhadap negara lain yang pada akhirnya bisa menjaga stabilitas dan kesejahteraan Indonesia secara terus meneurs atau sustainable,” tegasnya.(lg/ind/rsa)