Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Berupaya Capai Target Lifting Minyak 2012


Jakarta, 24/11/2011 MoF (Fiscal) News - Pemerintah berupaya mencapai target lifting minyak yang sudah diasumsikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2012. Untuk itu, Wakil Menteri Keuangan Anny Ratnawati meminta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral untuk dapat menjaga pencapaian lifting minyak pada 2012. Demikian disampaikan Wamenkeu saat ditemui di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta pada Rabu (23/11).

Hal tersebut perlu dilakukan agar tidak membebani anggaran. Pemerintah yakin kondisi krisis yang diperkirakan Bank Dunia masih akan berlanjut tahun depan. "Kita masih yakin yang diasumsi masih bisa dipegang, utamanya inflasi. Kemudian kalau ICP, kita lihat kemarin kan krisis dunia, WTI (West Texas Intermediate) tetapi naik. Jadi kita mau antisipasi," ujar Wamenkeu.

Wamenkeu mengatakan, dari asumsi makro yang sudah ditetapkan, pemerintah akan lebih fokus pada target lifting minyak. "Tapi konsen kita dilifting. Kita minta ESDM jaga lifting agar tidak meleset jauh dari target," tukasnya. Kemenkeu berharap lifting tidak terkoreksi seperti tahun 2011. "Karena itu penting untuk penerimaan. Kalau ICP kita lihat tren dunia, kita tidak bisa prediksi, lihat harga dunia," tambahnya.

Selain itu, Wamenkeu menyampaikan bahwa program pengendalian BBM bersubsidi yang akan dilakukan tahun depan, akan membantu pengendalian anggaran subsidi. Hal ini menanggapi laporan Bank Dunia yang menyatakan kalau ICP 2012 akan melonjak. "APBN kan soal subsidi akan dilakukan pembatasan, untuk kendaraan pribadi. Jadi, paling tidak sampai APBN-P kita bicara pembatasan, baru lihat review-nya. Anggaran subsidi karena tidak well-targeted itu juga tidak efisien karena punya kebutuhan besar infrastruktur atau program pertanian," tuturnya. (sgd)