Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Buat Terobosan dan Pendanaan Untuk Program Indonesia Terang

Jakarta, 01/06/2016 Kemenkeu - Salah satu upaya pemerintah untuk menyukseskan Program Indonesia Terang (PIT) adalah  menarik investasi dengan memberikan insentif menarik bagi para investor. Pemerintah berharap, pendanaan gabungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), investasi swasta dan masyarakat serta dana hibah dari program-program corporate social responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Indonesia dapat mencapai Rp53 triliun.

Dari keterangan resmi Tim PKP Kementerian Komunikasi dan Informatika pada Selasa (31/5) tercatat, estimasi dana yang dibutuhkan untuk percepatan PIT mencapai Rp100 triliun. Dengan dana tersebut, program ini diperkirakan dapat memasok 1000 megawatt (MW) listrik dari sumber Energi Baru Terbarukan (EBT).

PIT diterapkan melalui strategi inklusif, terjangkau, bertahap, serta transparan dan akuntabel. Inklusif berarti semua pihak terkait akan aktif dilibatkan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan. Terjangkau berarti harga langganan listrik energi terbarukan tidak melampaui daya beli masyarakat. Bertahap berarti program dimulai dari desa-desa di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) di pelosok timur Indonesia dan secara bertahap menuju ke barat. Adapun transparan dan akuntabel diwujudkan dengan menyerahkan audit dan evaluasi dampak dari program ke pihak ketiga yang terpercaya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sendiri memberikan perhatian khusus kepada masyarakat di desa-desa DTPK agar dapat segera menikmati akses listrik. Tanpa kebijakan dan aksi nyata, mustahil listrik terakses sesuai target yang telah dicanangkan, karena listrik tidak hanya sebagai penerangan tetapi juga sebagai jendela masuknya peradaban.(nv)