Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah dan DPR Dorong Pembangunan Smelter


 
Jakarta 24/01/2014 MoF (Fiscal) News – Pembangunan smelter untuk mengolah hasil tambang mentah diyakini dapat meningkatkan jumlah penerimaan negara pada masa mendatang. “Proses pengolahan yang dilakukan smelter memberikan nilai tambah yang sangat signifikan bagi penerimaan negara,” demikian dikatakan Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Bobby Adhityo Rizal di Jakarta, Jumat (24/1).


Berdasarkan data yang disampaikan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), pembangunan smelter dipastikan akan meningkatkan nilai jual produk dari sumber daya alam Indonesia. Ia mencontohkan, harga 1 ton bauksit hanya 1 dolar AS, tetapi jika diolah melalui smelter, bauksit akan menjadi alumina yang bernilai 8 dolar AS per ton. Apabila diolah lebih lanjut, alumina akan menjadi aluminium yang harganya 30 dolar AS per ton. Untuk itu, menurut Bobby, Pemerintah sebaiknya segera memperluas penyerapan pasar hasil smelter, baik domestik maupun ke berbagai negara tujuan ekspor, untuk memberikan kepastian pengusaha smelter dalam memasarkan produksinya.


Sementara itu, di tempat berbeda, Menteri Perindustrian M.S. Hidayat menyampaikan bahwa pihaknya akan memperjuangkan fasilitas pajak bagi investor yang sudah memenuhi ketentuan Undang-Undang (UU) mengenai Mineral dan Batubara (Minerba), tetapi tidak mendapat suplai listrik dan bersedia membangun pembangkit listrik. “Jadi bagi investor yang sudah memenuhi ketentuan UU Minerba, tetapi tidak mendapat suplai listrik dan bersedia membangun pembangkit listrik, akan kami perjuangkan dapat fasilitas pajak,” jelasnya pada Kamis (23/1).


Menurutnya, penyediaan pasokan listrik merupakan kewajiban pemerintah. “Sehingga harus fair, saya akan perjuangkan agar mereka bisa dapat fasilitas seperti tax holiday, tax allowance ataupun bea masuk, ini khusus untuk yang bangun di luar Pulau Jawa,” tutur Menteri Perindustrian. “Ya memang yang baru siap pasokan listriknya untuk smelter itu di Sulawesi dan Jawa Timur, jadi kami ingin membicarakan yang di luar Pulau Jawa,” tambahnya.


PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) sendiri menyatakan bahwa pembangkit listrik milik PLN yang ada di luar Pulau Jawa disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama untuk pulau-pulau terpencil. Sementara, pasokan listrik yang dibutuhkan untuk smelter cukup besar.(nic)