Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah dan DPR Perlu Sepakati Ulang Asumsi Pertumbuhan Ekonomi 2014

Jakarta, 28/08/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perlu membangun kesepakatan baru mengenai asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2014. Hal tersebut diungkapkan Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri saat menghadiri sidang paripurna DPR, Selasa (27/8).

"Perlunya DPR dan pemerintah membangun kesepakatan baru mengenai asumsi pertumbuhan ekonomi tahun 2014 yang lebih realistis dengan lebih mempertimbangkan perkembangan terkini kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian berkenaan dengan terjadinya gejolak nilai tukar dan pasar keuangan di emerging market sebagai dampak dari rencana  bank sentral AS untuk mengurangi ekspansi moneternya (quantitative easing)," kata Menkeu.

Ia menambahkan, dengan mencermati berbagai perkembangan situasi perekonomian global maupun domestik  serta analisis outlook satu tahun mendatang, target  pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P)  tahun 2013 sebesar 6,4 persen perlu dikoreksi ke bawah. "Negara-negara maju maupun berkembang telah beberapa kali melakukan revisi ke bawah terhadap proyeksi pertumbuhan ekonominya di tahun 2014. Merespons kondisi ekonomi global yang masih melambat, perekonomian  dunia di tahun 2014 diperkirakan masih belum kuat, yaitu tumbuh  3,5 persen, lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 3,8 persen," ucapnya.

Menkeu juga mengingatkan perlunya kerja keras serta langkah-langkah kebijaksanaan dan penyesuaian untuk mencapai pertumbuhan ekonomi seperti yang diharapkan. "Sejalan dengan itu, harga komoditas dunia juga masih belum tinggi, hingga ekspor meskipun diperkirakan lebih tinggi dari 2013 namun belum cukup kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi lagi, yang pada gilirannya mengurangi percepatan pertumbuhan permintaan domestik," imbuhnya.(ak)