Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah dan Industri Berupaya Jawab Tantangan terkait Sawit

Jakarta, 02/02/2017 Kemenkeu - Industri perkebunan dan pengolahan sawit adalah salah satu industri kunci bagi perekonomian Indonesia. Namun, industri ini masih dianggap tidak ramah lingkungan dan memberikan dampak ke alam. Di level internasional, Uni Eropa merencanakan untuk menerapkan kewajiban rantai pasokan berkelanjutan 100% (sustainability supply chain) untuk produk-produk yang berbasis minyak kelapa sawit.


Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, hal ini merupakan tantangan bagi pemerintah dan industri kelapa sawit itu sendiri. “Ini merupakan tantangan bagi industri dan juga pemerintah untuk bisa mengembangkan suatu industri yang tidak hanya memiliki nilai positif dari sisi ekonomi dan financial, tetapi juga memiliki dimensi kelestarian, Sumber Daya Alam, maupun dari sisi kemampuan untuk menjaga daya beli dari para petani kecil dan pengembangan kelapa sawit yang berkesinambungan,” jelas Menkeu saat memberikan keynote speech pada acara Pertemuan Nasional Sawit Indonesia 2017 di Jakarta, pada Kamis (02/02).


Sebagai informasi, tahun 2016, nilai ekspor sawit mencapai USD17,8 miliar atau Rp231,4 triliun, dengan produksi mencapai 31 Juta ton. Industri ini juga berperan besar dalam penyerapan lapangan kerja, di mana ada 5,6 juta tenaga kerja tercatat berhubungan dengan industri dan perkebunan kelapa sawit.


Ia berharap, pertemuan dapat menjadi wadah kerja sama, koordinasi dan sinergi, dari berbagai stakeholder terkait. “Ini tentu sangat berguna untuk kita semua saling mengevaluasi, dengan tujuan untuk membangun suatu masyarakat yang adil, makmur dalam rangka menciptakan keberlanjutan dari daya saing kelapa sawit di Indonesia,” kata Menkeu. (as/rsa)