Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah dan Komisi XI DPR RI Sepakati Indikator Makro dan Target Pembangunan 2018

Jakarta, 14/06/2017 Kemenkeu - Pemerintah dan Dewan Perwakikan Rakyat (DPR) menyepakati besaran asumsi ekonomi makro dan target pembangunan dalam pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2018. Dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung DPR pada Selasa (13/06), asumsi pertumbuhan ekonomi disepakati pada kisaran 5,2 – 5,6%. Angka ini meningkat dari nilai pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pada APBN 2017.

Optimisme pada pertumbuhan ekonomi tahun depan, didasari karena Indonesia berhasil memperoleh investment grade dari tiga lembaga rating internasional. Selain pertumbuhan, asumsi inflasi ditetapkan pada kisaran 2,5 - 4,5 %, dan nilai tukar Rupiah disepakati berada pada kisaran Rp13.300 – Rp13.500 per dolar AS. "Untuk tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan berada pada kisaran 4,8 persen hingga 5,6 persen, sama seperti yang diajukan oleh pemerintah," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. 

Selain menyepakati indikator ekonomi makro, rapat kerja ini juga menyepakati target pembangunan seperti tingkat pengangguran sebesar 5,0 – 5,3%, tingkat kemiskinan sebesar 9,5 – 10%, Gini ratio pada indeks 0,38, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 71,5. Beberapa fraksi menyatakan harapannya agar target pembangunan ini dapat dipenuhi, karena seluruh daya upaya yang dilakukan pemerintah pada akhirnya adalah untuk kemakmuran rakyat dan menciptakan keadilan sosial. Dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI ini, hadir pula Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro, sebagai wakil dari pemerintah. (as/rsa)