Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Dukung Pemberdayaan Perempuan di Bidang Bisnis

Jakarta, 08/03/2017 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo hadir di acara Indian Ocean Rim Association (IORA) Leader’s Summit 2017 di JCC, Senin (06/03).  Wamenkeu bersama Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, CEO Austrade Australia Dr. Stephanie Fahey, CEO CIMB Group Malaysia Tengku Dato’ Sri Zafrul Aziz dan Presiden Black Business Council Dr. Danisa Baloyi membahas mengenai “Empowering Women in Bussiness through Innovation, Digital Connectivity an Access to Finance”.

Wamenkeu menyampaikan, saat ini pemerintah telah menggerakkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (Kredit UMKM). Dengan program ini, pemerintah ingin memperbesar akses kepada para perempuan yang berkecimpung di usaha kecil atau industri rumahan.

“Tahun ini anggaran untuk kredit usaha mikro adalah 1,5 triliun rupiah. Belum terlalu besar tapi kami harapkan bisa mengembangkan usaha, khususnya untuk perempuan, industri rumahan atau perusahaan kecil dengan keahlian yang terbatas. Kami akan berusaha untuk meningkatkan jumlah tersebut tahun depan,” papar Mardiasmo.

Saat ini di Indonesia tercatat 42% dari pengusaha UMKM adalah perempuan. Hal ini menjadi salah satu pendukung angka Gender Development Index (GDI) di Indonesia. Pada tahun 2010 GDI Indonesia tercatat 89.42 sedangkan pada tahun 2015 sudah mencapai 91.03. Indeks mendekati 100 menunjukkan bahwa kesenjangan antara perempuan dan laki-laki semakin berkurang.

Adapun permasalahan yang dihadapi oleh pengusaha UMKM perempuan adalah sulitnya mendapat pinjaman dari bank karena bank menganggap perempuan lebih berisiko dibandingkan laki-laki. Selain itu, perempuan juga sangat mempertimbangkan suku bunga bank yang dianggap cukup tinggi. Oleh karena itu, pemerintah berharap dengan adanya program KUR dan Kredit UMKM dapat meningkatkan bisnis para perempuan.

“Kami mungkin nanti bisa berikan insentif fiskal seperti tax allowance karena hal ini sangat penting.  Contohnya untuk start-up bisnis para perempuan. Kenapa tidak?” ungkap Wamenkeu. (ma/nr)