Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Fokus Pada Wajib Pajak Orang Pribadi Untuk Capai Target Penerimaan 2016

Jakarta, 12/01/2016 Kemenkeu - Untuk dapat mencapai target penerimaan perpajakan tahun 2016, Pemerintah akan fokus pada Wajib Pajak Orang Pribadi. Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai, potensi penerimaan pajak dari Wajib Pajak orang pribadi masih dapat digali.

Dalam konferensi pers terkait penerimaan pajak tahun 2015 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Senin (11/1) kemarin, Menkeu mengungkapkan, meskipun melampaui targetnya pada tahun 2015, penerimaan pajak dari Wajib Pajak Orang Pribadi secara nominal masih terlalu rendah. “Penerimaan dari Wajib Pajak Orang Pribadi itu terus terang masih sangat kecil. Meskipun tahun ini (2015) melampaui target, tetapi secara jumlah masih terlalu kecil,” katanya.

Menkeu menerangkan, penggalian potensi penerimaan pajak dari Wajib Pajak Orang Pribadi ini penting untuk mengurangi ketergantungan penerimaan pajak dari Wajib Pajak Badan. Dengan demikian, volatilitas penerimaan pajak dapat diminimalkan. “Kalau kita terlalu tergantung pada PPh (Pajak Penghasilan) Badan, penerimaan pajak itu akan  menjadi volatile, karena kalau pertumbuhan ekonomi bagus, penerimaan PPh Badan naik, kalau ekonomi lagi jelek penerimaan PPH Badan turun,” tambahnya.

Selain itu, pada tahun ini, pemerintah juga akan meningkatkan kedisiplinan masyarakat terkait kepemilikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi memaparkan, menurut statistik, di Indonesia saat ini tercatat ada 129 juta masyarakat kelas menengah dengan pengeluaran Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per hari. Namun, baru 27 juta diantaranya yang telah memiliki NPWP.

“Kita ingin kedisiplinan dari warga negara kita untuk punya NPWP, sehingga lebih mudah di-track kalau ada transaksi-transaksi tertentu,” kata Menkeu.(nv)