Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Fokus Wujudkan Pemerataan Hasil Pembangunan

Jakarta, 20/11/2015 Kemenkeu - Selain pertumbuhan ekonomi, target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 juga memperhitungkan indikator kesenjangan ekonomi. Ini terlihat dari selain berfokus pada target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen, APBN 2016 juga menargetkan GINI ratio sebesar 0,39 persen.

Hal tersebut merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan Nawa Cita. “Pemerintah menilai pertumbuhan itu penting, namun pemerataan hasil-hasil pembangunan juga penting,” jelas Deputi Pembiayaan Pembangunan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Wismana dalam seminar nasional bertajuk ‘Mengawal Nawa Cita Mewujudkan Indonesia Sejahtera’ yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan di Jakarta pekan lalu.

Fokus pemerataan tersebut secara teknis diwujudkan dengan target-target dan alokasi anggaran Nawa Cita yang tersebar di berbagai sektor pembangunan dan kementerian/lembaga. Berdasarkan monitoring yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, program Nawa Cita dalam APBN 2015 terbagi menjadi 17 tema dengan total pagu anggaran sebesar Rp105,84 triliun.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Perbendaharaan Marwanto Harjowiryono mengungkapkan bahwa realokasi anggaran, baik dari sisi penerimaan maupun belanja negara berdasar prioritas Nawa Cita merupakan bentuk reformasi mendasar dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama untuk mendukung pencapaian pemerataan hasil pembangunan.(nv)