Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Harus Teruskan Pembangunan Infrastruktur dan Manufaktur

Jakarta, 17/04/2014 MoF (Fiscal) News - Pemerintah dipandang perlu untuk terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur dan manufaktur, dalam rangka menjaga kondisi ekonomi nasional agar tetap stabil dan tumbuh secara berkesinambungan. Menurut  Ekonom Senior Standard Chartered Bank Fauzi Ichsan, langkah tersebut dipandang penting guna  mengurangi ketergantungan dan mengantisipasi pergerakan harga komoditas yang tidak menentu.
Pihaknya juga memandang, untuk membangun sarana infrastruktur seperti jalan tol atau bandar udara, pemerintah membutuhkan ruang fiskal yang memadai. "Caranya, pembangunannya lebih baik proyek per proyek. Proyek yang memungkinkan cuma tiga, yaitu pembangunan jalan tol, pembangkit tenaga listrik dan perbaikan pelabuhan atau bandar udara. Kita tidak perlu terdikte dengan program yang sifatnya terlalu komprehensif, karena masalahnya terlalu banyak," ungkapnya pada Rabu (16/4) di Jakarta.


Oleh karenanya ia menegaskan, pemerintah harus mulai melakukan penghematan belanja subsidi utamanya belanja subsidi yang tidak efektif. Secara langsung ia menyoroti tentang pentingnya meneruskan reformasi subsidi energi yang telah dijalankan pemerintah selama ini. Fauzi juga memproyeksikan, dengan reformasi subisidi energi, maka defisit neraca transksaksi berjalan dan nilai tukar rupiah akan semakin terkendali.

"Wacana kenaikan harga BBM bersubsidi nantinya perlu dilakukan. Ini supaya defisit neraca transaksi berjalan bisa diturunkan, dan tekanan terhadap rupiah mengendur," ungkap Fauzi. (ak)