Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Indonesia Gandeng IDB Bangun Lombok

Jakarta, 26/04/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P. S. Brodjonegoro menyambut baik proposal Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk membangun Nusa Tenggara Barat. Terdapat dua hal yang akan dibangun, yaitu kawasan pariwisata Mandalika dan pelabuhan untuk menjadi global hub. Hal ini ia sampaikan di acara Seminar dengan tema "Enhancing Growth and Poverty Alleviation through Infrastructure Development" di Senggigi, Nusa Tenggara Barat pada Selasa (26/04).


Menkeu menjelaskan bahwa ke depannya, proyek tersebut dapat menjadi contoh proyek yang tidak dibiayai negara. "Pengembangan proyek tersebut bisa dipercepat dan menjadi contoh pengembangan infrastruktur modern ke depan. Jangan hanya mengandalkan pembiayaan dari APBN atau APBD. Bisa menggunakan skema Public Private Partnership melalui islamic finance," jelas Menkeu.


Ia menegaskan keseriusan pemerintah untuk mengembangkan pariwisata untuk menarik wisatawan asing. "Pemerintah serius mengembangkan pariwisata. Dari sisi wisatawan asing, Indonesia berada pada nomor empat di bawah Malaysia, Singapore, dan Thailand," kata Menkeu. Melihat potensi yang dimiliki Lombok, yaitu budaya muslim, maka pembangunan proyek turisme yang terinterintegrasi dengan konsep moslem-friendly tourism destination Mandalika di Lombok Utara diharapkan dapat menarik wisatawan muslim dari Timur Tengah dan Afrika Utara. "Mandalika sudah ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus dan masuk dalam daftar 10 destinasi wisata nasional," kata Menkeu.


Selain proyek Mandalika, pemerintah juga akan mengembangkan hub pelabuhan maritim Bandar Kayangan karena Selat Lombok termasuk dalam jalur pelayaran internasional. "Selain pelabuhan, kalau bisa juga juga dikembangkan wilayah terintegrasi, rencana kilang minyak sangat baik bisa juga dikembangkan pusat logistik berikat karena hal tersebut bisa menjadi daya tarik pelabuhan besar," kata Menkeu.


Menkeu juga berpesan agar NTB melakukan diversifikasi ekonomi, sehingga tidak fokus pada satu sektor saja. "Ekonomi NTB harus terdiversifikasi, jangan fokus pada satu sektor, seperti sumber daya alam," kata Menkeu. Sebagai informasi, berdasarkan wilayah, pertumbuhan ekonomi Bali dan Nusa Tenggara mencapai pertumbuhan tertinggi yaitu 10 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 4,6 persen. (as)