Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Jaga Anggaran Subsidi



Jakarta, 04/07/2011 MoF (Fiscal) News - Pemerintah berupaya menjaga anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan subsidi listrik agar dapat terkendali dan tidak terlalu tinggi. Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo saat ditemui usai Rapat Kerja dengan Badan Anggaran Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Senin (04/07).

Pemerintah akan berkoordinasi dengan semua kalangan untuk menjaga subsidi BBM. "Tentu, Pemerintah akan berkoordinasi di semua tingkat untuk menjaga agar BBM bersubsidi itu yang diperkirakan akan meningkat di atas 38,6 juta kilo liter dapat terkendali," ujar Menkeu. Ia menjelaskan, pengendalian BBM tersebut dapat membuat anggaran untuk bidang BBM dapat terjaga.

Menurut Menkeu, inisiatif-inisiatif untuk mengendalikan subsidi BBM sebenarnya sudah dipersiapkan sejak Oktober 2010. "Nanti akan terus kita pertajam untuk bisa diimplementasikan agar kita bisa mengendalikan pos-pos subsidi," tukasnya. Namun demikian, Menkeu menyatakan bahwa pemerintah belum berencana untuk menaikkan harga BBM saat ini, meski undang-undang memperbolehkan untuk menyesuaikan harga BBM. "Jadi kita tidak pernah tutup alternatif itu," jelas Menkeu.

Selain subsidi BBM, pemerintah juga berupaya mengendalikan subsidi listrik. "Tadi kan kita jelaskan tentang pos BBM subsidi sama listrik subsidi. Ini juga semuanya akan dikaji, dikelola oleh pemerintah agar unsur subsidi ini betul-betul terkendali," kata Menkeu. Kebutuhan pasokan BBM dan listrik semakin lama semakin bertambah.  Apabila tidak dikendalikan, subsidi keduanya akan semakin tinggi. Untuk itu, program pemerintah yang utama adalah mengendalikan BBM bersubsidi.(sgd)