Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Jaga Pelebaran Defisit

Jakarta, 30/11/2015 Kemenkeu - Pemerintah mempersiapkan diri dengan proyeksi terburuk defisit anggaran sebesar 2,7 persen. Angka in memang mengalami pelebaran dari perkiraan sebelumnya sebesar 2,23 persen. Salah satu persiapan untuk menjaga defisit adalah dengan menambah pembiayaan dari surat utang maupun pinjaman dari lembaga multilateral.


“Itu 2,7 persen kalau worst case-nya,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang P.S. Brodjonegoro, akhir pekan lalu. Menurutnya, pertimbangan pelebaran defisit tersebut dengan melihat kemungkinan penerimaan pajak hanya mencapai kisaran 85 – 87 persen. Turunnya harga komoditas dunia menjadi salah satu penyebab adanya “shortfall” di pajak dan bea cukai.


Untuk pembiayaan, rencana pinjaman kepada lembaga donor seperti Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia telah dilakukan sesuai kebutuhan. "Kita menambah pembiayaan, sesuai dengan defisit. (Pinjaman) ini belum ditarik semua, tapi pokoknya sudah ditambah sesuai kebutuhan," papar Menkeu.


Sebagai informasi, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus berusaha meningkatkan penerimaan perpajakan. Pekan lalu, Kemenkeu dan Badan Intelijen Negara (BIN) sudah menandatangani nota kesepahaman tentang pengamanan penerimaan perpajakan. Kemenkeu bertugas dan bertanggung jawab untuk menyampaikan data dan informasi terkait permasalahan penerimaan perpajakan yang berpotensi menimbulkan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terhadap keamanan nasional. Sementara BIN bertugas dan bertanggung jawab untuk melakukan upaya strategis pengamanan penerimaan perpajakan serta menyampaikan informasi intelijen, yang berpotensi menimbulkan ancaman, tantangan, hambatan, dan gangguan terkait penerimaan perpajakan, baik dari dalam maupun luar negeri. (as)