Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo memberikan sambutannya dalam acara Malam Penghargaan EY Entrepreneur Of The Year 2017 bertempat di Ballroom I The Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta (15/11)

Pemerintah Membuka Diri Untuk Memberikan Kenyamanan Berwirausaha

Jakarta, 16/11/2017 Kemenkeu - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo menekankan bahwa Pemerintah selalu membuka diri dan ingin selalu berdialog dengan para entrepreneur sebagai stakeholders sekaligus juga sebagai pembayar pajak. Hal ini sebagai bentuk upaya pemerintah dalam mencari titik keseimbangan agar pajak dapat menjadi hal yang tidak ditakutkan oleh para pengusaha.

Hal ini disampaikannya pada acara Malam Penghargaan EY Entrepreneur Of The Year 2017 bertempat di Ballroom I The Ritz Carlton Hotel, Pacific Place, Jakarta pada Rabu (15/11).

“Nah kalau misalnya para entrepreneur ini diminta mendesain tax  system Indonesia itu kira-kira seperti apa. Supaya betul-betul pajak ini win-win solution, artinya bagi mereka yang seharusnya tidak membayar pajak ya tidak harus membayar pajak. Bagi mereka yang masih start up, kita sedang menyusun PMK mengenai e-commerce, digital economy. Ini yang seperti apa yang diharapkan bapak ibu sekalian dari kita akan membuka komunikasi sehingga betul-betul (menghasilkan) tax system yang akan kita lakukan.” jelas Wamenkeu.

Pada kesempatan tersebut, Wamenkeu juga mengungkapkan bahwa negara masih sangat membutuhkan pendanaan, sangat membutuhkan pembiayaan, terutama untuk pembiayaan proyek infrastruktur dan juga untuk membantu rakyat di pedesaan terutama mereka yang dibawah garis kemiskinan.

“Bagaimana upaya kita bersama bisa mengumpulkan dana selain dari sumber daya alam tetapi yang tidak memberatkan dan tidak membuat kontraproduktif, tidak membuat iklim investasi menurun. Bagaimana memberikan insentif kepada para pengusaha muda entrepreneur yang sangat gemilang supaya bisa mendukung usaha mereka tapi ada sharing terhadap negara karena negara membutuhkan sumber penerimaan negara,” harapnya.

Sebagai informasi, EY Entrepreneur Of The Year (EOY) telah berkembang dan diselenggarakan di lebih dari 60 negara di seluruh dunia. Acara ini menjadi standar utama individu kelas dunia yang menyoroti wirausaha yang menggerakkan bisnis yang sukses dan inovatif, serta merayakan performa teladan mereka. Diluncurkan pertama kali di Indonesia pada 2001, program ini telah memberikan apresiasi pada lebih dari 200 wirausaha Indonesia atas pencapaian dan kontribusi mereka terhadap dunia usaha dan masyarakat. (ip/rsa)