Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Monitor Pergerakan Utang Swasta

Jakarta, 19/04/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah akan memonitor pergerakan utang swasta yang pertumbuhannya meningkat dengan pesat. Dengan situasi ekonomi yang masih bergejolak, para pengusaha diharapkan dapat berhati-hati dalam menarik pembiayaan dari luar negeri. Demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa di Jakarta, Kamis (18/4).

Menurutnya, utang swasta benar-benar harus dimonitor dengan baik, sehingga terjaga kesehatannya dan tidak menyebabkan adanya miss match mata uang. "Misalnya utangnya dalam bentuk currency lain, tapi income-nya dalam bentuk rupiah, hal itu dulu terjadi tahun 1997-1998," tandasnya. Meski saat ini pertumbuhan utang swasta meningkat, tetapi secara keseluruhan perusahaan swasta di Indonesia masih cukup sehat dan dapat di-manage dengan baik. "Hanya memang dalam situasi seperti ini kehati-hatian itu perlu kita tingkatkan," urainya.

Sementara itu, Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Raja Sapta Oktohari meminta pemerintah dan bank sentral membuat regulasi terkait sistem keuangan yang berpihak pada pengusaha nasional dan bersifat fleksibel. "Saya pikir sudah jadi rahasia umum kalau ambil fasilitas pembiayaan di Indonesia tidak semudah di luar negeri, dari suku bunga juga relatif tinggi," tandasnya.

Bertumbuhnya utang swasta, tambahnya menjadi tantangan tersendiri bagi perbankan nasional untuk lebih kompetitif dibandingkan bank asing. "Yang namanya pengusaha, kita mencari kemudahan supaya bisa meningkatkan produksi. Kalau semakin banyak beban, nanti pada hijrah ke luar negeri, maka semua harus dipermudah dan ada keberpihakan untuk usaha di dalam negeri," pungkasnya.(ans)