Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Optimistis Tekanan Kebijakan QE Bisa Diatasi

Jakarta, 21/06/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah optimistis siap mengatasi tekanan di pasar keuangan dalam negeri, akibat rencana Federal Reserve (The Fed) yang akan diakhiri pada akhir tahun 2014. Pasalnya, penghentian kebijakan tersebut dipastikan bisa memicu capital outflow di negara emerging market termasuk Indonesia.

“Saya kira pengaruh global akan terjadi, karena Bernanke menyatakan quantitative easing akan berakhir di tahun 2014, tentu dampaknya ke emerging market terutama Indonesia akan terjadi pressure,” ujar Menteri Keuangan M. Chatib Basri di Jakarta, Kamis (20/6).

Ia mengaku, tekanan ke pasar dalam negeri dapat dikelola, karena pemerintah dan Bank Indonesia (BI) telah melakukan koordinasi melalui Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro mengatakan, kebijakan The Fed ini berdampak ke seluruh dunia. Pasalnya, saat dilakukan quantitative easing, investor mencari negara-negara menguntungkan seperti emerging market, sehingga, ketika kebijakan ini dihentikan, investor akan kembali ke negara asalnya. “Emerging market kan paling kelihatan sahamnya kena, bondnya juga terpengaruh, termasuk Indonesia. Kita tidak akan bisa terisolasi dari gejala itu,” urainya.

Kendati demikian, untuk meminimalisir capital outflow di sektor keuangan Indonesia maka, sambungnya, di dalam negeri sendiri kebijakannya harus solid seperti disiplin terhadap anggaran maupun kebijakan moneter yang resposif. Sehingga hal tersebut tidak membuat investor menjadi gelisah.

“Kita tidak punya luxury membuat kebijakan yang malah membuat orang makin nervous, jadi yang harus kita jaga kebijakan dari domestik paling tidak itu bisa meredam volatilitas pergerakan modal. Karena yang langsung terpengaruh dari kebijakan tersebut ke kurs dan transaksi berjalan,” pungkasnya. (ans)