Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Pastikan Rasio Utang terhadap PDB Masih Aman

Jakarta, 21/05/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah memastikan, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (debt to Gross Domestic Product/GDP) sebesar 24 persen masih dalam batas aman. Ke depan, penarikan utang diharapkan hanya digunakan untuk kegiatan yang lebih produktif. “Yang penting dijaga utang terhadap GDP, karena orang menganggap angka yang aman 60 persen, dan kita hanya 24 persen,” demikian disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri Keuangan Hatta Rajasa di Jakarta, Senin (20/5).

Menurutnya, kemampuan membayar utang pemerintah cukup kuat, dilihat dari pendapatan yang juga meningkat cukup besar, yang berdampak pada peningkatan PDB. Ia mengingatkan, ada dua hal yang perlu diingat dan tidak boleh terjadi, yaitu utang yang besar tetapi PDB rendah serta penggunaan utang untuk kegiatan yang tidak produktif. “Itu tidak boleh terjadi,” urainya.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan II Mahendra Siregar mengungkapkan bahwa utang Pemerintah Indonesia memang sudah mendekati Rp2000 triliun atau sekitar 23 persen dari PDB. Meski utang cukup besar dari sisi nominal, tetapi kapasitas membayar pemerintah masih cukup kuat, bahkan termasuk nomor 5 tersehat di dunia. “Jadi saya pikir secara relatif kita bisa. Kapasitas membayar terlihat dari GDP, dan GDP kita sudah hampir mendekati Rp9000 triliun. Itu menunjukkan kapasitas untuk beroperasi mesin ekonomi kita, termasuk membayar utang, semakin tinggi,” jelasnya.

Terlepas dari masih sehat dan mampunya membayar utang, pemerintah berharap ke depannya pengeluaran utang harus memberikan kontribusi kuat terhadap pertumbuhan ekonomi dan stabilitas ekonomi. “Bukan kemudian dipakai untuk hal yang kurang produktif, untuk subsidi BBM (bahan bakar minyak),” pungkasnya.(ans)