Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Perpanjang Insentif Pajak Untuk Industri Padat Karya Berorientasi Ekspor

Jakarta, 15/11/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah sedang mengkaji perpanjangan pemberian insentif pajak untuk industri padat karya. Hal ini dilakukan mengingat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) menjadi 7,5 persen dari sebelumnya sebesar 7,25 persen, diyakini dapat mempengaruhi pertumbuhan sektor riil pada tahun depan.

"Kalau BI rate naik, ini efeknya akan dirasakan pada 2014. Maka saya akan review. Kalau dibutuhkan terus, ya, akan diperpanjang, yang seharusnya hanya berlaku tahun berjalan 2013," kata Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri di Jakarta (14/11).

Insentif pajak tersebut adalah penundaan pembayaran Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 25 untuk industri padat karya. Menurut Menkeu, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi mengenai insentif ini, sehingga diharapkan perusahaan padat dapat menikmati fasilitas ini.

Menkeu mengatakan, pemberian insentif dilakukan dengan memperhitungkan kriteria yaitu industri padat karya dan berorientasi ekspor. "Kalau dia bukan orientasi ekspor, potongannya 25 persen. Jika ekspor, potongan 50 persen," ungkap Menkeu.

Menkeu mengatakan bahwa saat ini Kementerian Perindustrian sedang mendata perusahaan yang masuk dalam persyaratan insentif. "Pak Hidayat juga menyampaikan tadi di sidang kabinet sudah ada yang daftar untuk fasilitas ini," tutur Menkeu. (nic)