Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Prioritaskan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif

Jakarta, 22/09/2016 Kemenkeu - Dengan keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), gerakan ekonomi yang berasal dari masyarakat menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan kesempatan kerja, maupun penuntasan kemiskinan.

"Karena APBN itu selalu terbatas, tidak ada di dalam perekonomian mana pun, bahwa APBN merupakan satu-satunya mesin pertumbuhan ekonomi yang paling utama. Pasti tidak akan sustainable dan tidak akan bertahan lama (jika hanya mengandalkan APBN)," jelas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat menggantikan Menteri Badan Usaha Milik Negara dalam rapat kerja dengan Dewan Perwakilan Rakyat yang membahas tentang Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian BUMN pada Rabu (21/09) di Gedung DPR, Jakarta.

Oleh karena itu, prioritas utama pemerintah saat ini adalah untuk mendesain perekonomian agar dapat tumbuh sehat, inklusif, serta melibatkan seluruh lapisan masyarakat. "Kita akan melakukan yang terbaik, dengan APBN yang lebih sehat, kami ingin di 2017 (pemerintah) memiliki perencanaan yang lebih realistis dan kredibel, sehingga seluruh K/L (kementerian/lembaga), termasuk pemerintah daerah bisa menjalankan programnya secara baik," lanjutnya.(hi)