Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Lebih Baik pada 2015

Jakarta, 20/05/2014 MoF (Fiscal) News - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah hari ini, Selasa (20/5) menggelar rapat paripurna dengan agenda mendengarkan keterangan pemerintah mengenai Pokok-Pokok Pembicaraan Pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2015.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri memaparkan gambaran umum sejumlah asumsi dasar ekonomi makro tahun 2015, yang nantinya dapat dijadikan landasan arah program kerja dan kebijakan. Pemerintah sendiri memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun mendatang akan lebih baik. "Laju pertumbuhan ekonomi tahun 2015 diperkirakan akan lebih baik dari tahun 2014, yang berada pada kisaran 5,5 hingga 6 persen," kata Menkeu. Menurutnya, selain faktor eksternal, pertumbuhan ekonomi nasional lebih banyak didorong oleh membaiknya stabilitas dan fundamental ekonomi serta berlanjutnya  kebijakan struktural.

Selain itu, pemerintah juga memproyeksikan laju inflasi pada tahun depan berada pada kisaran 4 plus minus 1 persen. "Laju Inflasi pada tahun 2015 diperkirakan akan berada pada kisaran 4 persen plus minus 1 persen," jelas Menkeu. Upaya untuk menjaga inflasi, lanjutnya, akan didukung dengan jaminan pasokan kebutuhan masyarakat, perbaikan distribusi barang kebutuhan ke seluruh pelosok, serta optimalisasi instrumen moneter dan fiskal dalam rangka menjaga stabilitas harga.

Sementara itu, terkait pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada tahun 2015, pemerintah memproyeksikan tidak akan bergerak terlalu fluktuatif jika dibandingkan dengan tahun ini. "Nilai tukar masih akan dipengaruhi oleh bauran beberapa faktor yang berasal dari dalam dan luar negeri. Dengan membaiknya koordinasi upaya pemulihan ekonomi di tingkat global seperti G20 yang lebih transparan dan memberi kepastian terhadap pasar keuangan global, hal tersebut akan meredam gejolak fluktuasi arus modal nilai tukar,” ungkap Menkeu.(ak)