Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah RI dan JBIC Gelar Pertemuan Tahunan ke-6

Jakarta, 21/10/2016 Kemenkeu - Pemerintah Indonesia dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) melaksanakan 'The 6th Annual Meeting for the Financial Policy Dialog  between The Government of Indonesia and the JBIC' pada Kamis (20/10) di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta.

Dalam sambutannya, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo menyoroti bahwa prioritas tertinggi pembangunan Indonesia adalah permasalahan infrastruktur. Saat ini, pembangunan proyek infrastruktur ditujukan untuk memperkuat konektivitas nasional, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan kompetitif ekonomi. Ia mengakui bahwa JBIC adalah satu partner utama Indonesia dalam pembiayaan infrastruktur, terutama di bidang energi.

Sementara itu, CEO JBIC Tadashi Maeda memaparkan, peran serta JBIC dalam pembangunan infrastruktur dan sumber daya alam di Indonesia salah satunya diwujudkan melalui penerbitan obligasi berdenominasi Yen (Samurai Bond). Selain itu, hal ini juga diwujudkan dengan pendirian Special Operations dalam JBIC untuk memitigasi risiko dalam proyek infrastruktur di luar negeri. Pada kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya kerja sama lebih lanjut antara kedua belah pihak.

Pada acara tersebut, dilakukan pula penandatanganan loan agreement for Jawa-2 Combined Cycle Power Plant 1x8.000 MW senilai 310 juta dolar AS antara PT PLN dan JBIC.


Sebagai informasi, acara ini dihadiri oleh pejabat Kementerian Keuangan, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, beberapa perusahaan Badan Usaha Milik Negara, Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, serta delegasi JBIC yang dipimpin oleh CEO JBIC Tadashi Maeda.(ws)