Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada para eksportir dan importir dalam acara Dialog Update Ekonomi Indonesia bersama Menteri Keuangan RI di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) (06/06).

Pemerintah Sampaikan Strategi Hadapi Dinamika Perekonomian Global Pada Eksportir dan Importir

Jakarta, 07/06/2018 Kemenkeu - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan update seputar perekonomian terkini kepada para Eksportir dan Importir dalam acara Dialog Update Ekonomi Indonesia bersama Menteri Keuangan RI di Auditorium Cakti Buddhi Bhakti Gedung Mar’ie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pada Rabu (06/06).

Menkeu mengemukakan tujuan diadakannya dialog ini adalah Pemerintah ingin mengkomunikasikan strategi dalam menghadapi dinamika perubahan perekonomian dunia. Pemerintah bersama dengan Bank Indonesia, OJK, Menko Perekonomian dan LPS akan membuat paket kebijakan yang mengutamakan stabilitas perekonomian.

"Karena without stability akan menimbulkan banyak sekali implikasi, orang tidak melakukan hal yang sifatnya produktif tapi lebih spekulatif. Kita government restoring stability dan restoring confident. Artinya ekonomi sekarang dijaga. Semua baik dari sisi fiscal policy,  sisi monetary policy, sisi perbankan dan juga dari sisi sektor riil," jelasnya.

Menurut Menkeu, perkembangan perekonomian dunia memang berubah dengan cepat dan para eksportir yang datang sebagai peserta dialog sudah memiliki pengetahuan yang cukup mengenai hal tersebut. 

"Kita tahu betul bahwa global environtment changing quite significantly. Especially 2018 karena from the United States mereka sudah meningkatkan interest rate itu start 2016. Problemnya adalah karena levelnya sudah makin naik, itu  menciptakan suatu anxiety mengenai level yang deviate very significantly from used to be mendekati 0%. Inilah yang kemudian menciptakan dynamic di capital market maupun di money market," tambahnya.

Namun demikian, Menkeu menjelaskan kondisi ekonomi yang dikelola Pemerintah dari pajak maupun kepabeanan dan cukai menunjukkan denyut yang menggembirakan jika dilihat dari kondisi tiga tahun ke belakang. (ip/ind/nr)