Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Serius Kejar Rasio Elektrifikasi 97,2 Persen pada 2019

Jakarta, 02/02/2016 Kemenkeu - Pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan ekonomi jilid IX baru-baru ini. Salah satu fokus utama dari paket kebijakan ini yaitu percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dalam rangka mencapai target elektrifikasi 97,2 persen.

Seperti diketahui, rasio elektrifikasi Indonesia saat ini baru mencapai 87,5 persen. Untuk mengejar target rasio elektrifikasi sebesar 97,2 persen pada tahun 2019, pemerintah perlu memastikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dapat tumbuh rata-rata 8,8 persen per tahun.

“Rasio elektrifikasi saat ini sebesar 87,5 persen. Untuk mencapai rasio elektrifikasi hingga 97,2 persen pada 2019, diperlukan pertumbuhan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sekitar 8,8 persen per tahun. Ini berdasarkan proyeksi pertumbuhan ekonomi 6 persen per tahun, dengan asumsi elastisitas 1,2,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution dalam keterangan resminya.

Oleh karena itu, pemerintah akan segera menerbitkan Peraturan Presiden untuk mempercepat pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan melalui penugasan kepada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pemerintah juga akan mendukung berbagai langkah PLN antara lain melalui pemberian jaminan ketersediaan energi primer serta pemenuhan kebutuhan pendanaan dalam bentuk penyertaan modal negara (PMN).

Selain itu, pemerintah juga akan memberikan dukungan berupa penyediaan fasilitas pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT); penyederhanaan perizinan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP); penyelesaian konflik tata ruang, penyediaan tanah serta penyelesaian masalah hukum; serta pembentukan badan usaha tersendiri yang menjadi mitra PLN dalam penyediaan listrik.

Selain untuk memenuhi kebutuhan listrik rakyat, pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi.(nv)