Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Siapkan Kebijakan Untuk Hindari PHK

Jakarta, 22/08/2013 MoF (Fiscal) News - Pemerintah akan menetapkan kebijakan agar tidak mudah terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Demikian disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam keterangan pers di Kantor Presiden, Rabu (21/8) usai memimpin rapat terbatas kabinet bidang perekonomian.

Hal tersebut disampaikan kepala negara menyusul  melemahnya nilai tukar rupiah, yang diikuti dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). "Kalau ada (PHK), rakyat kita akan lebih sulit lagi dalam mencukupi kebutuhan sehari-harinya," kata Presiden.

Meski demikian, Presiden sepenuhnya menyadari bahwa nilai tukar rupiah dan pergerakan indeks yang terus terdepresiasi akan memberikan tekanan kepada dunia usaha. Oleh karena itu, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tengah merumuskan dan menyiapkan paket kebijakan dan tindakan pengelolaan ekonomi untuk menjaga stabilitas keuangan dan pertumbuhan. "Meskipun dunia usaha tentu mendapatkan tekanan, sebagaimana yang dihadapi pemerintah, tentu pemerintah akan menetapkan kebijakan agar tidak mudah terjadi PHK," tandasnya.

Pihaknya berharap, Indonesia tidak mengalami perlambatan pertumbuhan ekonomi yang tajam. "Terus terang kita (Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat) menetapkan pertumbuhan 6,3 persen, dan itu tercantum dalam APBN-P (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan) 2013. Saat itu belum ada kebijakan moneter di Amerika Serikat. Oleh karena itu, saya harus dengan jujur mengatakan untuk mencapai 6,3 persen barangkali berat bagi Indonesia," kata Presiden.

Untuk merespons situasi tersebut, Presiden mengajak semua pihak, termasuk pemerintah pusat dan pemerintah daerah, untuk bekerja lebih keras, sehingga apabila ada, penurunan pertumbuhan ekonomi tidaklah terlalu tajam. Sementara itu, terkait dengan inflasi, presiden mengatakan bahwa laju inflasi merupakan hal yang perlu terus dijaga dan dikendalikan. Hal tersebut penting, agar masyarakat masih memiliki daya beli guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-sehari. "Stabilitas harga akan dilakukan dengan kerja ekstra untuk jangka dekat," pungkasnya.(ak)