Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Sosialisasikan Amnesti Pajak Kepada Wajib Pajak Prominen

Jakarta, 10/12/2016 Kemenkeu - Presiden Joko Widodo menggelar sosialisasi program amnesti pajak pada Jumat malam, (09/12) di Istana Negara, Jakarta. Pada sosialisasi amnesti pajak kali ini, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa peserta sosialisasi amnesti pajak kali ini adalah para wajib pajak prominen.


"Malam ini yang kita undang adalah para wajib pajak prominen di indonesia, dimana dikhususkan kepada mereka yang dikatagorikan dalam 500 wajib pajak prominen. Yang kita sebut prominen itu adalah mereka yang masuk dalam 242 wajib pajak yang masuk dalam list-nya orang terkaya di indonesia versi majalah Forbes dan Globe Asia tahun 2015," ujar Menkeu saat menyampaikan sosialisasi amnesti pajak dihadapan Presiden dan para jurnalis.


Presiden Joko Widodo berharap agar wajib pajak prominen yang belum mengikuti program amnesti pajak untuk dapat segera memanfaatkan kesempatan tersebut. "Dengan adanya sosialisasi amnesti pajak ini, diharapkan agar antusiasme dan kesadaran para wajib pajak bisa meningkat sebelum masuk periode ketiga," jelas Presiden.


Dalam kesempatan yang sama, Menkeu juga menegaskan kesempatan untuk mengikuti program amnesti pajak, bahwa tahap untuk mengikuti amnesti pajak saat ini sudah memasuki tahap kedua, dan berlaku hingga tanggal 31 Desember 2016.

"Tax amnesty ini merupakan suatu kesempatan untuk bisa ikut didalam mendeklarasikan harta-harta yang selama ini belum di deklarasikan. Masa untuk mengikuti tax amnesty sekarang sudah masuk tahap kedua dan untuk tahap kedua ini hingga tanggal 31 Desember jam tiga sore," tegas Sri Mulyani.

Menkeu menjelaskan bahwa peserta program amnesti pajak saat ini mencapai 483 wajib pajak atau hanya 2,4 persen dari total wajib pajak di Indonesia yang menyerahkan SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Pajak. Menurut Menkeu capaian tersebut masih belum sebanding dengan potensi yang bisa didapatkan.

“Masih sangat kecil sebetulnya. Orang bisa mengatakan enggak apa-apa, Ibu. Ibu harus bahagia itu berarti yang 97,6 persen itu wajib pajak yang patuh. Saya berharap begitu tapi buktinya tidak begitu,” ujarnya.


Oleh karena itu, dengan sosialisasi amnesti pajak kali ini, Presiden Joko Widodo bersama seluruh jajaran Kabinet Kerja berharap agar antusiasme dan kesadaran para wajib pajak terutama wajib pajak prominen bisa meningkat sebelum memasuki periode ketiga. "Kita berharap tentu pada dua minggu ke depan tingkat kepesertaan akan meningkat seperti yang terjadi pada bulan September yang lalu, dan kemudian kita akan memasuki tax amnesty pada periode terakhir yaitu 1 Januari sampai dengan 31 Maret," tutup Sri Mulyani.

Mendampingi Presiden Joko Widodo dalam sosialisasi amnesti pajak kali ini di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi. (hi)