Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Targetkan Rp2 Triliun dari Lelang Penjualan SBSN Besok

Jakarta, 16/11/2015 Kemenkeu – Pemerintah akan kembali melakukan lelang penjualan empat seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN/sukuk negara) pada Selasa (17/11) besok. Target indikatif yang ditetapkan pemerintah melalui lelang ini sebesar Rp2 triliun.

Keempat seri SBSN yang akan dilelang tersebut terdiri atas satu seri SBNS jangka pendek, yakni seri SPN-S 04052016 (reopening) dan tiga seri SBSN berbasis proyek (Project Based Sukuk), masing-masing seri PBS006, PBS009 dan PBS011.

Seri SPN-S 09032016 akan jatuh tempo pada 4 Mei 2016, dengan imbalan diskonto. Penerbitan SBSN ini menggunakan akad ijarah sale and lease back, dengan underlying asset Barang Milik Negara (BMN) berupa tanah dan bangunan.

Sementara, seri PBS006 akan jatuh tempo pada 15 September 2020 dan menawarkan imbalan sebesar 8,25 persen. Seri PBS009 akan jatuh tempo pada 25 Januari 2018, menawarkan imbalan sebesar 7,75 persen. Terakhir, seri PBS011 yang akan jatuh tempo pada 15 Agustus 2023 menawarkan imbalan fixed rate.

Penerbitan ketiga seri SBSN berbasis proyek tersebut menggunakan akad ijarah asset to be leased, dengan underlying asset berupa proyek/kegiatan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) Tahun Anggaran 2015.

Lelang akan dibuka pada 17 November 2015 pukul 10.00 WIB dan ditutup pada pukul 12.00 WIB. Hasilnya akan diumumkan pada hari yang sama setelah pukul 15.30 WIB. Sementara, setelmen akan dilakukan pada 19 November 2015.

Lelang ini bersifat terbuka (open auction) dengan metode harga beragam (multiple price). Dengan demikian, pada prinsipnya semua pihak, baik investor individu maupun institusi dapat menyampaikan penawaran pembeliannya (bids). Namun, dalam pelaksanaannya, penyampaian bids harus melalui peserta lelang yang telah memperoleh persetujuan dari Kementerian Keuangan.(nv)