Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Tegaskan Terus Jaga Stabilitas Ekonomi

Jakarta 27/02/2014, MoF Fiscal News – Meski pada tahun 2014 Indonesia memasuki tahun Pemilu yang memiliki potensi adanya gangguan dalam stabilitas politik, Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menegaskan akan terus menjaga stabilitas ekonomi makro dengan baik.


Stabilitas ekonomi yang terjaga tersebut dapat dilihat dari adanya perbaikan kinerja defisit neraca transaksi berjalan yang merupakan buah dari antisipasi yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mengatasi tekanan eksternal akibat kebijakan tapering off yang dilakukan oleh Banks Sentral Amerika Serikat, The Fed. “Pola makro ekonomi dan stabilitas pada 2014 akan terus kita jaga, kalau kita jalankan, ini bisa menjadi basis yang baik di pemerintahan yang baru," ujar Menkeu di Jakarta, Rabu (26/2).


Menkeu menjelaskan bahwa kebijakan BI yang menaikkan suku bunga agar kredit melambat dan kebijakan dari sisi fiskal yang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merupakan upaya untuk mengatasi masalah defisit neraca transaksi berjalan. Kebijakan tersebut, lanjut Menkeu, telah berjalan efektif. Hal ini terlihat dari membaiknya neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan.


Lebih lanjut ia memaparkan, perbaikan neraca perdagangan dan defisit transaksi berjalan tersebut pada gilirannya juga mempengaruhi nilai tukar rupiah yang kembali menguat setelah sebelumnya mengalami depresiasi. "Pada Desember 2013, current account deficit tercatat empat miliar dolar AS dari sebelumnya 10 miliar dolar AS, makanya kebijakan ini berhasil mengatasi isu yang ada. Tapi kita tetap harus berhati-hati, kita tetap melakukan policy yang ada," kata Menkeu.


Terkait dengan hal tesebut, Menkeu menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga fundamental perekonomian. Pemerintah, menurut Menkeu, tidak akan segan untuk membuat kebijakan baru apabila diperlukan. "Jangan terlalu pesimistis di tahun Pemilu tidak ada keputusan. Kalau dasarnya solid di 2013-2014, maka nanti Menteri Keuangan yang baru bisa bicara pertumbuhan di atas enam persen, tapi ini harus disiapkan mulai sekarang. Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan sedang melakukan konsolidasi biar growth-nya di atas enam persen," tutur Menkeu.(nic)