Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Tertibkan Rekening Liar dan Aset Negara


 
Jakarta 22/01/2014 Mof Fiscal News – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan bahwa dalam 10 tahun terakhir progress penertiban rekening liar berjalan cukup signifikan. Sejak tahun 2007, pemerintah telah menertibkan 46.586 rekening liar yang menyimpan aset milik negara dengan  total senilai Rp8 triliun.


“Dengan begitu, kita tahu aset keuangan kita, sehingga tidak ada penyimpangan dan penyalahgunaan dari aset itu. Dari 45.586 rekening itu, setelah dicek, dipelajari, dan dinilai, maka 9.024 rekening ditutup,” demikian dijelaskan Presiden di Jakarta, Rabu (22/1).


Menurut Presiden, pada awal 2007 pihaknya telah meminta data kepada Menteri Keuangan tentang aset negara dan isu rekening liar. Namun, pada waktu itu data tersebut belum terkoordinasi dengan sempurna. "Saya masih ingat, misalnya, awal tahun 2007, ketika saya meminta data kepada Menteri Keuangan tentang aset-aset negara dan juga tentang isu perekonomian. Maka, waktu itu, data itu belum siap benar," jelasnya.


Karena alasan itulah, pada tahun yang sama, Presiden mengeluarkan instruksi kepada Menteri Keuangan untuk menertibkan rekening liar. “Dengan demikian, kita tahu aset kita, keuangan kita, dan kita bisa yakin tidak ada penyimpangan atau penyalahgunaan dari aset dan keuangan negara,” terang Presiden.


Tidak hanya rekening, aset negara pun, tambah Presiden, sudah banyak yang ditertibkan. "Yang tadinya antah berantah, siapa yang miliki dan kelola, sudah kita tertibkan. Saya ingin makin ke depan, penertiban ini terus dilakukan dan negara yang kita cintai ini punya data sahih, bukan hanya keuangan kita, tapi juga aset-aset negara," imbuh Presiden.


Presiden menilai, pengelolaan yang baik seperti ini harus dilakukan, mengingat sembilan tahun lebih ekonomi Indonesia sudah tumbuh dengan cepat. "Maka pendapatan negara juga meningkat signifikan, sehingga APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) meningkat dengan pesat," pungkasnya.(nic)