Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Tunjuk 55 Gateway Untuk Tampung Dana Amnesti Pajak

Jakarta, 12/08/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak (Tax Amnesty) dirancang untuk menarik kembali dana Warga Negara Indonesia (WNI) agar diinvestasikan di dalam negeri. Untuk menampung dana tersebut, pemerintah telah menunjuk total 55 gateway yang terdiri atas perbankan, manajer investasi dan perantara perdagangan efek (broker).

“Jadi undang-undang ini memang dirancang untuk mengembalikan (aset WNI) ke dalam negeri, karena kebutuhan investasi kita demikian banyak,” jelasnya di sela acara sosialisasi Amnesti Pajak di Semarang, Selasa (09/08) lalu.

Lebih lanjut ia menguraikan, ke-18 bank tersebut yaitu PT Bank Jawa Barat dan Banten, PT Bank Permata, PT Bank Maybank Indonesia, PT Bank Pan Indonesia, PT Bank CIMB Niaga, PT Bank UOB Indonesia, PT Citibank, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank Tabungan Negara, PT Bank Mega, PT Bank Danamon Indonesia, PT Bank Bukopin, PT Bank Syariah Mandiri, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation (HSBC), PT Bank Central Asia, PT Bank Rakyat Indonesia, PT Bank Mandiri, dan PT Bank Negara Indonesia.

Sementara itu, 18 manajer investasi yang ditunjuk yaitu PT Danareksa Investment Management, PT Schroder Investment Management Indonesia, PT Eastspring Investments Indonesia, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, PT Bahana TCW Investment Management, PT Mandiri Manajemen Investasi, PT BNP Paribas Investment Partners, PT Batavia Prosperindo Aset Manajemen, PT BNI Asset Management, PT Panin Asset Management, PT Ashmore Asset Management Indonesia, PT Sinarmas Asset Management,  PT Syailendra Capital, PT Trimegah Asset Management, PT PNM Ivestment Management, PT Ciptadana Asset Management, PT Bowsprit Asset Management, dan PT Indosurya Asset Management.

Terakhir, 19 broker yang ditunjuk yaitu PT Mandiri Sekuritas, PT Sinarmas Sekuritas, PT Panin Sekuritas, PT CLSA Indonesia, PT CIMB Securities Indonesia, PT Trimegah Sekuritas Indonesia, PT RHB Securities Indonesia, PT Daewoo Securities Indonesia, PT Bahana Securities, PT Indo Premier Securities, PT UOB Kay Hian Securities, PT BNI Securities, PT Sucorinvest Central Gani, PT Danpac Sekuritas, PT Panca Global Securities, PT MNC Securities, PT Pacific Capital, PT Mega Capital Indonesia, dan PT Pratama Capital Indonesia.(nv)