Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Upayakan Piutang Rp62 triliun Segera Lunas

 

Jakarta, 19/03/2011 MoF (Fiscal) News - Menteri Keuangan Agus D.W. Martowardojo menyampaikan bahwa saat ini terdapat Rp62 triliun piutang negara. “62 triliun itu ada aset bekas BPPN, ada aset dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dialihkan untuk ditagih, dan lain-lain. Itu harus mengalami penurunan secara drastis pada 2014 mendatang,” ujar Menkeu saat ditemui di Aula Gedung Djuanda kementerian Keuangan pada Jumat (18/03).

Menkeu mengatakan, untuk melakukan penagihan bukanlah perkara mudah, namun yang terpenting angkanya sudah diketahui dan jumlahnya besar. “Jadi itu tantangan kita, tapi yang paling penting kita tahu dulu angkanya besar. Kalau sudah angkanya besar jadi kita punya program untuk selesaikan itu,” tegas Menkeu. Menurutnya, jika proses penagihan piutang tersebut sudah sampai ke Kementerian Keuangan, berarti BUMN maupun Kementerian/ Lembaga sudah berusaha melakukan penagihan. “Nah, kita melanjutkan upaya untuk penagihan. Penagihan itu dimulai dengan upaya yang halus, upaya restrukturisasi sampai dengan upaya tindakan hukum,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Hadiyanto mengatakan akan berupaya dan berusaha melakukan penagihan dengan berbagai cara. “Dengan cara asset tracing, kemudian mengintensifkan penagihan, kemudian melaksanakan eksekusi aset dengan tepat waktu, dengan memprioritaskan yang marketable. Sehingga kita harapkan ada recovery yang lebih baik sehingga outstanding dan ada penurunan,” papar Hadiyanto. Lebih lanjut Hadiyanto mengatakan, target yang ingin dicapai dalam upaya permasalahan outstanding adalah sesuai dengan instruksi Menteri Keuangan, yaitu penurunan maksimal dan drastis. ”Kalau target ambisiusnya, sampai maksimal. Pak Menteri bilang harus berkurang drastis 2014,” ujarnya. Ia meyakini setengah dari target nilai piutang tersebut dapat tercapai pada 2014. (sgd)