Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Wacanakan Penurunan Tarif Pajak

Jakarta, 11/08/2016 Kemenkeu - Dalam waktu dekat, Pemerintah mewacanakan penurunan tarif pajak, terutama Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ke depan, tarif pajak, khususnya PPh Badan di Indonesia akan bersaing dengan tarif pajak negara-negara lain, salah satunya Singapura.

“Kalau Singapura PPh Badan kena 17 persen, kenapa kita harus 25 (persen). Kita ini mau bersaing, gimana kita mau bersaing (kalau) di sana kena 17 (persen) di sini kena 25 (persen), ya lari ke sana semua. Logika sederhananya seperti itu,” terang Presiden di sela acara sosialisasi Amnesti Pajak di Semarang, Selasa (09/08).

Menurut rencana, penurunan tarif akan dilakukan secara bertahap. Namun, jika memungkinkan, penurunan tarif dapat dilakukan secara langsung. Presiden menambahkan, saat ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan sedang melakukan kalkulasinya.

“Tahapannya mungkin ada, misalnya dari 25 (persen) mungkin ke 20 (persen) dulu, baru turun ke 17 (persen), mungkin seperti itu. Atau kalau mungkin nanti kalkulasinya masuk, ya dari 25 (persen) langsung 17 (persen). Semuanya baru dihitung, sekarang masih dikalkulasi, biar dikebut oleh Menteri Keuangan,” jelas Presiden.

Lebih lanjut presiden menerangkan, penurunan tarif pajak tersebut diharapkan dapat mulai berlaku tahun depan, sejalan dengan revisi tiga undang-undang di bidang perpajakan yang sedang dibahas oleh pemerintah. Ketiga UU tersebut  yaitu UU tentang PPN, UU tentang PPh, dan UU tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. “Maksimal semuanya tahun depan insya Allah sudah rampung, semuanya tiga-tiganya,”  katanya.(nv)