Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Pemerintah Waspadai Dampak Pemotongan Anggaran AS

 

Jakarta, 05/03/2013 MoF (Fiscal) News – Pemerintah terus mewaspadai perkembangan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang terjadi saat ini, khususnya kebijakan pemotongan anggaran belanja Pemerintah AS. Hal ini dikarenakan, kebijakan itu akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia mengingat AS merupakan negara dengan perekonomian yang besar. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Agus D.W. Martowardojo di Jakarta, Senin (4/3). 

“Kami perlu mewaspadai kondisi tersebut dengan mengawasi dampak dari pemotongan anggaran AS yang kami yakini berpengaruh terhadap kondisi global, termasuk Indonesia,” ujarnya. Sebelumnya, Kongres dan Pemerintah AS hingga berakhirnya Bulan Februari tidak berhasil mencapai kesepakatan baru. Akibatnya, sesuai konstitusi, terhitung sejak 1 Maret 2013, terjadi pemotongan belanja pemerintah AS sebesar 85 miliar Dolar AS. Menurut Menkeu, pemotongan anggaran belanja pemerintah AS akan mengoreksi target pertumbuhan ekonomi negara tersebut hingga 50 persen. Padahal, semula ekonomi AS diprediksi akan tumbuh di level 2,5 persen hingga 3 persen pada tahun 2013 ini.  

Koreksi tersebut, lanjutnya, akan diwaspadai oleh Pemerintah Indonesia dengan menyiapkan beberapa kebijakan. Saat ini, jajaran pemerintah sedang berkoordinasi untuk menentukan skenario terbaik yang harus dilakukan guna merespon hal tersebut. "Saya ingin sampaikan bahwa kami sedang menyiapkan based scenario ekonomi kita," tambahnya. 

Menkeu menekankan, stabilitas sistem keuangan merupakan suatu area yang harus dijaga saat ini. Hal ini untuk memastikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh di tengah krisis ekonomi global saat ini. "Kami terus pantau kondisi dan potensi ekonomi Indonesia dan mempersiapkan kebijakan-kebijakan yang perlu direspon untuk menjaga sistem keuangan dan ekonomi tetap baik," pungkas Menkeu.(nic)