Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
Menkeu Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara pada ‘The 2017 Human Capital Summit’ dalam rangkaian kegiatan IMF – World Bank Group Annual Meetings 2017 di Washington DC pada Jumat (13/10).

Pendidikan, Kunci Pengembangan Manusia

Washington, 16/10/2017 Kemenkeu - Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi hal penting yang dibahas dalam International Monetary Funds - World Bank Group 2017 Annual Meetings (IMF-WB AM 2017) di Washington DC. Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim menyampaikan pembangunan manusia merupakan salah satu langkah untuk menghapus kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi negara.

Pertemuan yang diselenggarakan di kantor pusat Bank Dunia, Washington pada Jumat, (13/10) tersebut berfokus pada pengembangan manusia dengan tema kualitas pendidikan, dan nutrisi serta pengembangannya untuk generasi muda dan perempuan. Pada diskusi tersebut, narasumber saling berbagi pengalaman dari negaranya masing-masing. Seminar dimaksudkan untuk membuat pedoman para pimpinan dunia untuk berkomitmen dan menyusun aksi nyata berinvestasi untuk pengembangan SDM di negara masing-masing.  

"Pengembangan manusia tidak diragukan lagi bisa mendorong pertumbuhan pendapatan nasional dan merupakan pondasi untuk sejahteranya negara. Kita tidak bisa tergantung lagi pada sumber daya alam atau mengambil keuntungan tanpa meningkatkan kualitas SDM," ujar Presiden Rwanda Paul Kagame.

Ia juga menyampaikan dukungan investasi pada kesehatan, pendidikan, dan kreativitas. Rwanda telah menjadikan masyarakatnya menjadi manusia yang berkontribusi besar untuk pertumbuhan ekonomi komunitasnya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan Indonesia meningkatkan kualitas sumber daya manusianya dengan prinsip inklusif dan pertumbuhan yang berkualitas. "Lebih inklusif dan pertumbuhan yang berkualitas," ujarnya. Selain itu, ia menyampaikan bahwa Indonesia telah memiliki kemampuan untuk menjalankan mandat terkait pendidikan dan kesehatan dengan porsi anggaran dari APBN masing-masing 20% dan 5%.

Menkeu membagi pengalaman lainnya dalam merancang program pengembangan SDM yang berhasil, yaitu mengedepankan kebijakan yang menarget anak, ibu, dan keluarga. Oleh karena itu, bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan manajemen sekolah di bidang pendidikan sangat jadi perhatian agar masyarakat tidak mampu, dapat sekolah.

"Kebijakan dan program harus memiliki target khusus baik untuk anak, keluarga ataupun ibu. (Selain itu), harus memperhatikan supply side service. Dalam pendidikan, supply side adalah sekolah dan manajemen sekolah. Indonesia memiliki program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) agar masyarakat yang rentan dan tidak mampu, bisa sekolah," pungkasnya. (bs/nr)