Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penegahan Ekspor Ilegal Untuk Jaga Perkembangan Industri Lokal

Jakarta, 13/01/2016 Kemenkeu - Setiap penindakan terhadap ekspor ilegal merupakan upaya untuk menjaga industri dalam negeri. Dalam penegahan ekspor ilegal mutiara ke Hongkong, Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menegaskan bahwa pemerintah sangat memperhatikan dampaknya pada perkembangan industri mutiara lokal.

“Kalau penyelundupan ini dibiarkan, tidak akan berkembang indutri nasional kita,” tegasnya saat konferensi pers di Aula Djuanda 1, Kemenkeu, Jakarta pada Selasa (12/01). Pemerintah sendiri tidak melakukan pelarangan ekspor mutiara, namun, dalam hal ini, penindakan dilakukan karena adanya pemalsuan dokumen yang tidak sesuai PEB.

Di kesempatan yang sama, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengapresiasi kerja sama dengan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) atas upaya penggagalan ekspor ilegal mutiara ini. “Banyak juga farming (budidaya mutiara) di Indonesia tapi yang punya orang asing. Negara dirugikan (karena adanya ekspor illegal) dan SDM tidak berkembang, karena orang asingnya tidak mau bagi teknologinya,” kata Susi.

Di sisi lain, sama seperti Menkeu, Susi juga berharap upaya penegahan terhadap penyelundupan ini dapat menggerakkan industri dalam negeri. Apalagi mengingat sudah mulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). “Penjualan mutiara Hongkong saja tahun 2014 itu sampai USD1,64 miliar. Tetangga kita Filipina itu USD23 juta. Sementara Indonesia hanya USD28 juta. Kalau berbanding dengan wilayah laut, saya berpikir pasti ada yang ilegal disini,” tegasnya. (as)