Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penerapan Electronic Based Transaction dalam Pencairan APBN

Jakarta, 08/03/2013 MoF (Fiscal) News - Direktorat Jenderal (Ditjen) Perbendaharaan menggelar Seminar Nasional  bertema “Penerapan Electronic Based Transaction dalam Mekanisme Pencairan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) Pasca  Implementasi SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara)” pada Rabu (6/3) di Jakarta.

Seminar dihadiri oleh pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Mahkamah Agung, Kejaksaan Agung, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan intansi terkait lainnya.

Mengawali acara, Direktur Transformasi Perbendaharaan Sudarto menyampaikan bahwa seminar ini diselenggarakan untuk menginformasikan perkembangan terkini proses pengelolaan administrasi keuangan negara yang mengarah pada sistem yang terintegrasi dengan proses bisnis yang berbasis transaksi elektronik. Di lingkungan Kementerian Keuangan, sistem ini bernama SPAN. Menurutnya, tidak hanya dari aspek infrastruktur, sistem online yang sama sekali baru tentunya harus diperkuat dengan kepastian hukum. Hasil seminar diharapkan dapat men-trigger input dalam menyusun kerangka regulasi implementasi SPAN.  

Sementara itu, Direktur Jenderal Perbendaharaan Agus Suprijanto dalam keynote speech-nya  menyampaikan bahwa saat ini sektor pemerintah telah memiliki strategi pemanfaatan Teknologi Informasi (TI) melalui e-government. Namun, lanjutnya, karena besarnya cakupan sektor-sektor pemerintahan, teknologi informasi belum dapat digunakan untuk seluruh bentuk layanan publik. SPAN sendiri merupakan salah satu contoh yang menjadi prioritas dalam program e-government.  

Dalam pembangunannya, SPAN memanfaatkan perkembangan keunggulan teknologi informasi terkini, seperti pembangunan Data Center dan Disaster Recovery Center (DC/DRC) dalam single database dan penggunaan Enterprise Resource Planning (ERP). ERP mampu menghubungkan proses bisnis yang terpecah dalam beberapa aplikasi menjadi satu aplikasi yang terintegrasi. Proses pembangunannya diperkuat dengan tiga pilar utama, yakni penyempurnaan proses bisnis, pembangunan infrastruktur dan pengelolaan perubahan.(nvr)