Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penerimaan Bea dan Cukai Bukan Untuk Kompensasi Penerimaan Pajak

Jakarta, 23/12/2013 MoF (Fiscal) News – Menteri Keuangan (Menkeu) M. Chatib Basri menilai kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) selama ini sangat baik, karena selalu melebihi target penerimaan yang ditetapkan. Namun demikian, Menkeu menegaskan bahwa tujuan utama DJBC bukan untuk mencari pendapatan, melainkan sebagai pelaksana regulasi atau kebijakan Kementerian Keuangan di sektor perdagangan (trade policy).


Oleh karena itu, ketika ditanya media mengenai penerimaan bea dan cukai terkait penurunan pajak, Menkeu mengatakan bahwa penerimaan yang didapat DJBC tidak dapat mengompensasi penerimaan pajak. "Nggak lah, kalau mengompensasi gak bisa. Karena porsi bea cukai kan hanya sekitar Rp100-an triliun, sedangkan pajak penerimaannya jauh lebih gede," ujar Menkeu, Jumat (20/12).


Ia mencontohkan kebijakan kenaikan bea masuk untuk menurunkan impor atau menaikan bea keluar untuk mengurangi eskpor. Dalam hal ini, DJBC bertugas sebagai eksekutor regulasi tersebut di lapangan. "Jadi tujuannya bukan untuk cari revenue. Dari awal memang begitu," ujar Menkeu.


Menurut Menkeu, peningkatan pendapatan negara harus dengan cara meningkatkan pendapatan pajak. Untuk itu, lanjut Menkeu, cara yang dapat dilakukan misalnya dengan ekstensifikasi pada sektor yang selama ini belum maksimal, seperti Usaha Kecil dan Menengah (UKM), properti dan lainnya.


"Start saja dari yang final, mulai dari UKM. Nanti sektor-sektor lain digarap seperti itu. Seperti properti sampai orangnya cukup, knowledge-nya cukup sehingga bisa diterapin (tarif pajak) yang normal," ungkap Menkeu. (nic)