Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penerimaan Perpajakan Jadi Satu-Satunya Risiko Fiskal Terbesar

Jakarta, 03/03/2016 Kemenkeu - Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menilai, penerimaan perpajakan menjadi satu-satunya risiko fiskal terbesar yang perlu dicermati untuk tahun ini.

Seperti diketahui, pada tahun-tahun lalu, risiko fiskal dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berasal dari dua sisi, baik dari sisi pendapatan maupun belanja. Dari sisi belanja, risiko fiskal biasanya datang dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang besar.

“Penerimaan pajak sekarang adalah satu-satunya risiko fiskal terbesar saat ini. Di masa lalu kita tahu risiko fiskal terbagi antara pengeluaran melalui subsidi BBM dan penerimaan melalui penerimaan pajak,” jelas Menkeu usai melantik Direktur Jenderal Pajak yang baru pada Selasa (1/3) di Aula Djuanda Kementerian Keuangan, Jakarta.

Dengan telah dihapuskannya subsidi BBM, maka belanja pemerintah menjadi lebih terkendali, dan menyisakan penerimaan perpajakan sebagai satu-satunya risiko fiskal terbesar. Oleh karena itu, menurut Menkeu, target penerimaan perpajakan menjadi tantangan yang perlu dicermati.

“Kalau di masa lalu kita masih punya excuse misalkan ada target penerimaan tidak tercapai, biasanya yang dijadikan alasan untuk memperbaiki atau merevisi APBN adalah subsidi yang berlebih.  Mulai tahun lalu terutama, dan tahun ini, tidak ada lagi risiko fiskal dari pengeluaran, praktis di sisi pengeluaran semuanya sudah lebih dapat dikendalikan. Yang masih menjadi tantangan adalah dari sisi penerimaan,” urainya.(nv)