Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN

Penerimaan Perpajakan Naik, Pajak Non Migas Berkontribusi 77,3%

Jakarta, 12/09/2011 MoF (Fiscal) News Penerimaan Perpajakan yang cenderung meningkat sejak tahun 2006 sampai 2011 sebesar 17,4 persen pertahun, terutama didukung oleh penerimaan pajak non migas yang berkontribusi sebesar 77,3 persen. Demikian disampaikan Plt. Kepala Kebijakan Fiskal Bambang P.S. Brodjonegoro saat Rapat Kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Gedung DPR Senayan, Jakarta pada Senin (12/9).

Bambang menyampaikan, penerimaan pajak non migas meningkat rata-rata 18 persen per tahun. "Peningkatan tersebut terutama berasal dari PPh (Pajak Penghasilan) non migas sebesar 52,2 persen dan PPn (Pajak Pertambahan Nilai) sebesar 40,7 persen," kata Bambang. Menurut data yang disampaikan Bambang, penerimaan pajak non migas pada 2006 adalah sebesar Rp315,5 triliun dan meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2011 yakni Rp698,4 triliun.

Peningkatan penerimaan pajak sangat signifikan dalam lima tahun terakhir didukung oleh pelaksanaan program reformasi perpajakan berupa pembentukan kantor pajak modern (LTO dan MTO) sebanyak 330 kantor, penambahan jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan sejak 2006 berjumlah 1,2 juta menjadi 8,2 juta pada 2010, dan kebijakan mapping, profiling dan benchmarking. Sebagai informasi, Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) mulai 2011 dialihkan ke daerah. (sgd)