Jl. Dr.Wahidin Raya No 1 Jakarta 10710
134 ID | EN
ilustrasi

Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi dalam Mendukung Ekonomi Kreatif

Bandung, 09/10/2017 Kemenkeu – Pemerintah terus mendukung pengembangan dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung ekonomi kreatif. Komitmen ini terbukti sejak dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 74 Tahun 2017 tentang Peta Jalan Sistem Perdagangan Nasional Berbasis Elektronik (Road Map E-Commerce) Tahun 2017-2019 yang mulai diberlakukan sejak tanggal 3 Agustus 2017.

“Kita harus terbuka dan pandai menangkap sektor alternatif dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara, salah satunya melalui industri berbasis brainware yang di dalamnya adalah industri kreatif dan industri digital," ungkap Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Rudy Salahuddin pada acara 4th Bandung Creative Movement International Conference on Creative Industries, Senin (09/10), di Bandung. 

Dikutip dari situs Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko), selama ini perkembangan ekonomi kreatif berkembang dengan pesat. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS), terjadi peningkatan besaran PDB Ekonomi Kreatif di tahun 2014 sebesar Rp784,82 triliun menjadi Rp852,24 triliun dengan kontribusi sebesar 7,38% terhadap PDB nasional di tahun 2015. Angka pertumbuhan tersebut diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 12% di tahun 2019. Disisi lain, sektor digital juga menunjukkan perubahan signifikan dimana pengguna internet telah mencapai 51,8% dari total penduduk Indonesia. 

Kendati demikian, pelaksanaan e-commerce belum berjalan mulus dan masih terdapat keterbatasan kemampuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan peluang digital. Tingginya transaksi e-commerce yang diperkirakan mencapai USD 130 miliar di tahun 2020 tidak disertai dengan adanya peran serta UMKM lokal di Indonesia.  

“Market place e-commerce Indonesia masih didominasi produk asing dan kehadiran UMKM lokal sebagai makers atau produser hanya sekitar 5%-7% dari total merchant," tegas Rudy.

Lebih lanjut, Rudy mengatakan bahwa diperlukan peran aktif dari para pelaku usaha kreatif, khususnya para praktisi di bidang ekonomi kreatif untuk semakin berkarya dan berinovasi, salah satunya dengan memanfaatkan teknologi e-commerce. (nr/rw)